> Sosok Inspiratif

 

Breaking news

Tokoh wanita satu ini sangat terkenal di Indonesia. Dialah Raden Ajeng Kartini atau dikenal sebagai R.A Kartini, beliau dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi wanita kala ia hidup. Mengenai Biografi dan Profil R.A Kartini, beliau lahir pada tanggal 21 April tahun 1879 di Kota Jepara, Hari kelahirannya itu kemudian diperingati sebagai Hari Kartini untuk menghormati jasa-jasanya pada bangsa Indonesia. Kartini lahir di tengah-tengah keluarga bangsawan oleh sebab itu ia memperoleh gelar R.A (Raden Ajeng) di depan namanya, gelar itu sendiri (Raden Ajeng) dipergunakan oleh Kartini sebelum ia menikah, jika sudah menikah maka gelar kebangsawanan yang dipergunakan adalah R.A (Raden Ayu) menurut tradisi Jawa.

Ayahnya bernama R.M. Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati jepara, beliau ini merupakan kakek dari R.A Kartini. Ayahnya R.M. Sosroningrat merupakan orang yang terpandang sebab posisinya kala itu sebagai bupati Jepara kala Kartini dilahirkan.





Musa La Ode Abu Hanafi (7) mengharumkan nama Indonesia di Sharm El Sheikh, Mesir. Dia menjadi peserta termuda dan menyabet juara 3 lomba hafiz anak tingkat dunia.

Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) International di Sharm El-Sheikh, Mesir dihelat pada 10-14 April 2016. Jumlah peserta MHQ Internasional Sharm El-Sheikh untuk semua cabang mencapai 80 orang yang terdiri dari 60 negara antara lain Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, dan Indonesia serta negara-negara lainnya.

"Dalam hal ini, Musa merupakan utusan Indonesia satu-satunya yang berpartisipasi pada perlombaan tersebut," jelas Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kairo,

Simdik.info, Nama I Gede Wenten bagi sivitas akademika di Institut Teknologi Bandung sudah tidak asing lagi. Ia adalah seorang peneliti dan guru besar di program studi Teknik Kimia. Gede Wenten adalah salah satu pakar terkemuka di dunia teknologi membran. Keahlian dan dedikasi di bidang teknologi membran mengantar Wenten mendapat penghargaan dan mendapatkan hak paten atas inovasinya.

Salah satu penemuan Wenten adalah IGW Emergency Pump, merupakan pompa yang dilengkapi dengan filter guna menyediakan air bersih dalam kondisi darurat. Uniknya, untuk mengoperasikan pompa ini tidak perlu menggunakan tenaga listrik, cukup menggunakan tangan. Alat ini memiliki tingkat selektivitas yang tinggi sehingga mampu menghilangkan kekeruhan, bakteri, alga, spora, sedimen, kuman, dan koloid

Nama Gede Wenten memang tidak asing dalam teknologi membran. Membran bukan saringan biasa, membran karya Wenten mampu memisahkan beragam substansi ekonomis. Air limbah misalnya bisa disaring dengan mudah hingga bisa diminum.

Simdik.info, Nugroho Imam Setiawan, ST,MT, PhD, dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) terpilih mengikuti ekspedisi riset ke Antartika. Nugroho merupakan satu- satunya anggota tim ekspedisi yang berasal dari kawasan Asia Tenggara.

Nugroho akan mengikuti kegiatan penelitian masa depan planet bumi di Antartika yang diadakan Japan Antartic Research Expedition (JARE). Rencana kegiatan riset tersebut akan dilaksanakan selama dua bulan, Januari- Februari 2017.

Ia berhasil lolos masuk dalam tim JARE bersama dengan dua peneliti lain dari Mongolia dan Sri Lanka setelah melalui tahapan seleksi wawancara dan rekomendasi.

"Banyak peneliti yang mendaftar ekspedisi ini seperti Malaysia, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Laos, dan lainnya, tetapi yang terpilih hanya dari 3 negara yaitu Indonesia, Sri Lanka, dan Mongolia," ungkap Nugroho di kantor Fakultas Teknik UGM, Kamis (16/3/2016).

Simdik.info, Jakarta -- Nama Sulistiyo akhir-akhir ini santer menghiasi media seiring dengan perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)–institusi yang dipimpinnya–memperjuangkan nasib guru-guru honorer untuk diangkat menjadi PNS.  Tapi tak banyak orang mengetahui latar belakang dan profil dirinya. Dr. H. Sulistiyo, MPd (beberapa media menulisnya SUlistyo) tercatat juga menjadi senator Jawa Tengah anggota DPD RI periode 2009-2014 dan Periode 2014-2019.

Dunia pendidikan memang dekat dengan dirinya. Ia merupakan mantan rektor IKIP PGRI Semarang. Sebelum menjadi rektor, dirinya pernah bekerja sebagai guru SD pada tahun 1982-1985. Ia kemudian menjadi guru SMP dan SMA pada tahun 1985-1987. Di tahun yang sama pada 1985-1989 dirinya juga mengajar di SMEA/SMK.

Setelah itulah pada tahun 1987, dirinya berkarir sebagai dosen di IKIP PGRI Semarang dam terpilih menjadi rektor IKIP Semarang pada periode 2001-2009.

Sebagai Ketua Umum PGRI, Sulistiyo telah menjabat selama dua periode. Sebelumnya pada periode 2008-2013 menjadi ketua PB PGRI dan pada kongres PGRI ke XXI di Jakarta secara aklamasi kembali ditetapkan menjadi Ketua Umum PGRI periode 2013-2018.

Tokoh Nasional, Prof Dr JS Badudu

Simdik.info, Jakarta -- Prof Dr H Jusuf Sjarif Badudu yang lebih dikenal dengan nama Jus Badudu, lahir di Gorontalo, 19 Maret 1926. Beliau adalah Guru Besar Linguistik di Universitas Padjadjaran. Beliau juga dikenal luas masyarakat Indonesia sebagai pembawa acara "Pembinaan Bahasa Indonesia" (1974-1979) di TVRI.

Pada 1955 beliau menyelesaikan pendidikan B-1 Bahasa Indonesia di Bandung dan menyelesaikan pendidikan S-1-nya di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, Bandung (1963). Pada 1971—1973, beliau melanjutkan pendidikan pada Postgraduate Linguistics di Leidse Rijksuniversiteit Leiden, Belanda. Kemudian pada 1975, beliau memperoleh gelar Doktor Ilmu Sastra dengan pengkhususan Linguistik di Universitas Indonesia, Jakarta, melalui disertasi yang berjudul:  “Morfologi Kata Kerja Bahasa Gorontalo”.

Dr. Eng. Khoirul Anwar (lahir di Kediri tahun 1978) adalah seorang ilmuwan Indonesia. Ia dikenal sebagai pemilik paten teknologi broadband yang menjadi standard internasional ITU, baik untuk sistem teresterial (di bumi) maupun satelit (di luar angkasa).

Latar Belakang
Ia telah menemukan teknik transmisi wireless dengan dua buah fast Fourirer transform (FFT), yaitu FFT kecil dan (I)FFT besar (dua pada transmitter dan dua pada receiver). Teknik ini mendapatkan penghargaan pada Januari 2006 dari IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) tahun 2006, di California dan menjadi standard international telecommunication union (ITU), ITU-R S.1878 and ITU-R S.2173.

Teknologi ini (beserta modifikasinya untuk multiple access) menjadi basis dari single carrier frequency division multiple access (SC-FDMA) yang dipakai pada uplink 4G LTE. Keuntungan dari penggunaan dua FFT tersebut adalah: (1) mampu meminimalkan dinamic range power sehingga efisien dan tahan terhadap nonlinearity pada amplifier, dan (2) untuk mendapatkan efek frequency diversity (karena FFT kecil/pertama melakukan "spreading" atau redundansi yang disebar ke seluruh subcarrier di (I)FFT besar/kedua) sehingga memiminalkan error pada penerima. Teknik ini sangat bermanfaat untuk sistem komunikasi broadband yang disertai dengan channel coding (karena efek broadband menyebabkan terjadinya frequency selectivity yang baru bisa diambil manfaatnya dengan menggunakan channel coding). Teknik ini telah dipatenkan tahun 2005 dengan mendapatkan full support (dana) dari pemerintah Jepang.

Simdik.info, Jakarta -- Bagi Tuan Guru H Muhammad Zainal Majdi MA yang juga Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), membaca dan berusaha menghafal Alquran penting sekali.

Menurutnya, untuk memahami tuntunan Nabi Muhammad SAW terkait dengan Alquran, maka menghafal Alquran termasuk bagian dari pengkhidmatan (berkhidmat) kepada Alquran. 

''Jadi, jangan sampai menghafal ayat-ayat Alquran hanyalah sekadar iseng-iseng saja,'' paparnya. Tuan Guru yang hingga kini masih melanjutkan pendidikan program doktoral pada Universitas Al Azhar Mesir itu telah menghafal Alquran sejak nyantri di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan di Lombok Timur, kurang lebih selama enam tahun yakni selama menempuh pendidikan Tsanawiyah hingga Muallimin. 

Tokoh Nasiona, Cut Nyak Dhien

Profil dan Biografi Cut Nyak Dhien. Tokoh wanita satu ini di kenal sebagai salah satu pahlawan nasional wanita Indonesia yang terkenal dalam perlawanannya melawan penjajah kolonial Belanda. Cut Nyak Dhien lahir di Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848, seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh, Cut Nyak Dhien dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Aceh Besar, wilayah VI Mukim pada tahun 1848. Ayahnya bernama Teuku Nanta Setia, seorang uleebalang VI Mukim, yang juga merupakan keturunan Machmoed Sati, perantau dari Sumatera Barat. Machmoed Sati mungkin datang ke Aceh pada abad ke 18 ketika kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir. Oleh sebab itu, Ayah dari Cut Nyak Dhien merupakan keturunan Minangkabau. Ibu Cut Nyak Dhien adalah putri uleebalang Lampagar.

Pada masa kecilnya, Cut Nyak Dhien adalah anak yang cantik. Ia memperoleh pendidikan pada bidang agama (yang dididik oleh orang tua ataupun guru agama) dan rumah tangga (memasak, melayani suami, dan yang menyangkut kehidupan sehari-hari yang dididik baik oleh orang tuanya). Banyak laki-laki yang suka pada Cut Nyak Dhien dan berusaha melamarnya. Pada usia 12 tahun, ia sudah dinikahkan oleh orang tuanya pada tahun 1862 dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga, putra dari uleebalang Lamnga XIII. Mereka memiliki satu anak laki-laki.

Steve Jobs atau Steven Paul Jobs terlahir dengan nama Abdul Latief Jandali. Ia lahir dari seorang ayah yang berkebangsaan Suriah yang bernama Abdulfattah Jandali dan ibunya yang berkebangsaan Amerika Serikat Joanne Simpson (née Schieble). Ayah biologisnya adalah seorang profesor ilmu politik dan ibunya seorang patolog bahasa wicara. Steven Jobs kemudian diadopsi oleh Paul dan Clara sepasang suami istri dari California yang kemudian mengganti nama Abdul Latief Jandali menjadi Steven Paul yang kemudian terkenal dengan nama beken Steve Jobs.

Steve Jobs lahir tanggal 24 Februari 1955 di San Francisco, California, USA. Ia memiliki saudari biologis yang bernama Mona Simpson yang terkenal sebagai novelis.

Semasa kecil, Steve Jobs tidak menunjukkan hal yang luar biasa alias seperti kebanyakan anak kecil lainnya. Ia sekolah di Junior High School dan Homestead High School di California. Tahun 1972 Steven Jobs berhasil tamat dari sekolah menengah atasnya dan kemudian meneruskan ke Reed College di Portland, Oregon.