Jawa Tengah Juara Umum OSN X

18 Sep 2011 19:33:52

MANADO - Jawa Tengah keluar sebagai juara umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) X yang berlangsung di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada 12-16 September. Pelajar Jawa Tengah berhasil meraih sebanyak 74 medali yang terdiri dari 21 medali emas, 29 medali perak, dan 24 medali perunggu.

Pengalungan penghargaan medali emas kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Hamid Muhammad dalam acara penutupan OSN X di Manado, Kamis (15/9/2011) malam.

Para juara OSN di tingkat SD, SMP, dan SMA akan dipersiapkan menjadi duta-duta pelajar untuk berlomba di berbagai ajang olimpiade tingkat internasional.

"Bagi para juara peraih medali emas, medali perak, dan medali perunggu akan diseleksi kembali masuk training center untuk dipersiapkan pada olimpiade tingkat internasional," kata Hamid.

Peserta OSN X di Manado diikuti 1.136 siswa terdiri atas jenjang sekolah dasar (SD), pendidikan khusus dan layanan khusus pendidikan dasar (PKLK Dikdas), sekolah menengah atas (SMA), pendidikan khusus dan layanan khusus pendidikan menengah (PKLK Dikmen). Siswa SMP melaksanakan OSN terpisah di Mando pada Juli lalu untuk mengejar persiapan para juara ke ajang olimpiade internasional tingkat SMP.

Siswa SD berlomba di bidang matematika dan IPA. Adapun siswa SMA berkompetisi di bidang matematika, komputer/informatika, fisika, biologi, kimia, astronomi, kebumian, dan ekonomi.

Untuk pertama kalinya, di ajang OSN X ini digelar kompetisi untuk yang diikuti sebanyak 80 orang. Mereka berkompetisi di bidnag matematika dan fisika. "Tahun depan rencananya OSN guru akan diperluas menjadi sembilan mata pelajaran, kata Hamid.

Sementara itu, juara umum OSN Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (PKLK Dikdas) diraih Jawa Tengah untuk jenjang sekolah dasar luar biasa (SDLB) dan sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB). Pengumuman dilaksankan Rabu malam.

Adapun bidang lomba meliputi cerdas cermat MIPA SDLB/SD inklusi, cerdas cermat MIPA SMPLB/SMP inklusi, olimpiade MIPA SDLB/SD inklusi, dan olimpiade MIPA SMPLB/SMP inklusi.

Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Abdul Syukur mengatakan, OSN merupakan wadah strategis untuk memotivasi siswa unjuk prestasi di bidang sains. "Nantinya, diharapkan mereka memacu untuk berbuat lebih baik mengembangkan bakat dan kemampuan melalui ajang olimpiade berskala internasional," kata Abdul.

Para juara I, II, dan, III berturut-turut meraih hadiah Rp 5 juta, Rp 4 juta, dan Rp 3 juta, serta piala dan sertifikat. Hadiah juga diberikan kepada juara harapan I, harapan II, dan harapan III. Masing-masing berturut-turut mendapat hadiah Rp 2,5 juta, Rp 2 juta, dan Rp 1,5 juta, serta piala dan sertifikat.

Olimpiade MIPA untuk jenjang pendidikan SDLB/SD Inklusi diikuti 32 siswa tunadaksa dan tunarungu mewakili 32 provinsi. Adapun olimpiade MIPA untuk jenjang pendidikan SMPLB/ SMP Inklusi diikuti 30 siswa tunadaksa dan tunarungu mewakili 30 provinsi.

Pada Cerdas-Cermat Individu MIPA jenjang pendidikan SDLB/ SD Inklusi diikuti 30 siswa tunanetra mewakili 30 provinsi, sedangkan Cerdas-Cermat Individu MIPA jenjang pendidikan SMPLB/ SMP Inklusi diikuti 31 siswa tunanetra mewakili 31 provinsi.